}

Minggu, 24 Februari 2013

MENGENAL ORGAN REPRODUKSI PRIA


Saat disebutkan kata sex, apa yang terlintas dalam pikiran kamu? Mungkin kata sex masih tabu untuk dibicarakan secara luas, tapi cakupan sex pun luas, tidak hanya berbicara tentang hubungan intim suami-istri.Kesehatan reproduksi tentang memelihara kelamin pun itu termasuk bahasan sex.
Lalu, masihkan kita menyebut sex tabu sedangkan angka HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat dan praktek sex bebas semakin meroket?Bukan bermaksud untuk menggembar-gemborkan sex dan menghalalkannya, tapi saya pikir sex bebas banyak terjadi karena ketidaktahuan dan rasa penasaran. Bila tahu dasarnya, akibatnya, dan kerugian yang di terjadi, maka para remaja akan tahu bagaimana cara memelihara organ intim dan mengetahui batasan berhubungan yang baik seperti apa.
Tak kenal maka tak saya. Sudahkah kita mengenal tubuh kita? Bagian dalamnya, anatominya.. Ayo kita bahas satu-satu.. Sekarang saya bahas tentang anatomi organ reproduksi pria dulu yaa..Organ genital pria terbagi menjadi 2 bagian, luar dan dalam.
Organ Genital Luar
Organ Genital Pria

Penis
Penis ini yang sering disebut ‘pisang’ atau ‘burung’ oleh banyak orang, karena dianggap vulgar.Penis merupakan organ reproduksi pada pria dan juga organ eksresi (pengeluran sisa-sisa zat metabolisme). Melalui penis ini, sperma dikeluarkan sehingga bisa membuahi sel telur pada rahim perempuan dan juga akan terjadi ereksi (penegakkan, menegang dan membesarnya penis) ketika akan berhubungan intim (coitus). Istilah ereksi juga sering dianggap vulgar, sehingga orang-orang mengistilahkannya dengan ‘berdiri’, ‘siap tempur’, atau ‘tegang’. Mengapa penis bisa ereksi? Pertanyaan ini akan terjawab setelah kita mengetahui bagian-bagian lain.
Preputium/foreskin/kulit luar/kulup penis
Gambar 2
Preputium ini adalah kulit yang melingkari dan menutupi penis. Ujung preputium yang menutupi ujung glans penis (bagian depan penis) akan di potong, inilah yang disebut khitan, sirkumsisi, atau sunat. Sama seperti kulit di bagian tubuh lain, pada preputium ini juga banyak terdapat akhiran saraf pada preputium ini, sehingga dapat terasa nyeri.
Glans
Glans akan terlihat jelas pada penis yang sudah disunat, bisa dilihat di Gb.2. Glans ini sebelum disunat ditutupi oleh preputium, tapi pada saat ereksi, preputium pada penis yang belum disunat akan tertarik dan glans penis akan terlihat.  Glans ini juga amat sensitif pada rangsang sentuhan dan tekanan dan pada perempuan glans ini di analogikan dengan klitoris pada vagina yang juga sangat sensitif pada rangsangan.
Smegma
Smegma ini adalah kotoran yang dibuang saat dilakukan khitan. Khitan ini dimaksudkan untuk membersihkan smegma ini, karena smegma bisa menjadi sumber infeksi karena banyak mengandung bakteri dan sisa-sisa urin, keringat, dan air mani. Warnanya putih susudan teksturnya seperti keju, dikeluarkan oleh glans. Bila tidak di keluarkan/dibersihkan maka smegma ini akan semakin banyak berkumpul di sekitar glans dan bisa menyebabkan berbagai penyakit infeksi pada penis bahkan kanker.
Corona
Corona berarti mahkota. Mahkota ini merupakan undakan yang mengelilingi glans dan membatasi glans dengan batang penis. Preputium dipotong sampai batas ini.
Frenulum
Gambar 3
Frenulum adalah potongan kulit tipis yang berada di bagian bawah penis. Fungsinya agar preputium tetap menutupi glans dan melindungi glans dari terbukanya preputium yang berlebihan pada saat coitus. Bila sudah disunat, frenulum ini akan dipotong juga dan hanya terlihat sisanya saja. Di Gambar 3, frenulum ditunjukan oleh no 4. No 1 adalah preputium, no 2 meatus atau lubang uretra, no 3 glans, 5 dan 6 adalah bagian dalam preputium. Frenulum juga ada di bawah lidah.
Gambar 4
Utetra/meatus
Meatus ini adalah lubang tempat keluarnya air seni dan air mani. Meatus merupakan ujung dari uretra, yaitu saluran yang di sepanjang penis sampai kandung kemih
Skrotum
Skrotum adalah kantung yang menggantung di belakang penis, berisi testis atau buah zakar yang merupakan pabrik penghasil sperma. Fungsi skrotum ini adalah untuk menjaga agar testis tetap pada suhu yang efektif yaitu 34o C. Untuk menjaga agar sperma pada kualitas yang baik, jangan terlalu sering mandi air hangat atau terlalu panas, kemudian juga hindari memakai celana yang terlalu ketat.
Itu semua adalah organ genital luar, jadi terlihat dari luar. Masih ada organ genital dalam yang harus kita ketahui, agar kita mengerti dan bisa menjaganya dengan baik.

Tidak ada komentar:

Pasang Emoticon Anda!

Poskan Komentar