}

Senin, 29 April 2013

Anak ku dan teman temannya

Anak ku dan teman temannya

Aku memperkenalkan diri lagi deh sapa tau ada yg blum tau/sudah lupa
Nama aku dhevi (admin) umur 35 sudah punya anak 1 cwok.badan ku sexy toket gede ukuran BH 37B sudah kendor sih toket karna sering di remes remes.langsung ke cerita yah

Pada malem minggu jam 8 malem aku dan anak ku lagi asyik asyik'y ngentot.bel rumah pun berbunyi.terpaksa ku harus menyudahi ML ku pada hal baru sebentar dan blum puas.anak ku langsung berpakaian dan keluar menemui yg membunyikan bel rumah ku.aku pun masih telanjang di kamar.anak ku pun menyuruh masuk ke ruang tamu.dari suaranya seperti temennya.ku langsung berpakaian daster dadanya berbentuk V bawahannya samapai paha pakaian dalem hanya CD.teryata mereka mau kerja kelompok.temenya yg dateng ada is A is B si C (maaf tidak pakai nama)....hallo kalian semua sapa ku kemereka.mereka jawab hallo juga tante.
Langsung saja yah.setelah mereka mengerjakan tugas(kerja kelompok)teryata mereka masih ngobrol ngobrol dan aku ikut saja ngobro.sebelum ngobrol.ku suruh mereka memasukan motornya ke dalem garasi.stelah itu kami ngobrol2 sama anak ku dan teman temannya.nih obrlannya

B:tante cantik banget sih
Aku:makasih
Anak ku:iya dong ibu ku emang cantik :P
A:sexy pula
Aku:bisa aja deh kamu
Anak ku:lebay lu
Aku:habis belajar apa nih
B:belajar goegrafi
Aku:tugas kelompok yah
A:iya tugas kelompok
Aku:kalian gk pacaran
C:kan kami kerja kelompok
Aku:emang kalian udah punya pacar
Mereka jawab semua sudah punya pacar

Aku:hhmm ambilin air minum gih sambil nyuruh anak ku
B:gk usah repot repot tante
Aku:lah trus kalian mau apa mau makanan??tanya ku dengan heran.ku perhatikan matanya tertuju pada toket ku nih 
A:mau minum aja sih tante
Aku:tadi kan udah ku tawarin tapi kalian gk mau
C:ini kan sudah jam 9 malem tante
Aku:iya trus kenapa?
C:masa minumnya air putih
Aku:maunya apa?
B:minum susu dong tante hehehe
Aku:sana bikinin susu coklat.aku menyuruh anak ku untuk membuat kan air minum

Anak ku:ssiip mama
A:bukan susu kemasan tante
Aku:susu apa dong??tanya ku dengan heran
B:maksud kami susu yg ada di dada tante
Aku:susu tante.sambil megangin tetek ku
A:boleh gk tante
Aku:boleh tapi di kamar aja.kamar tamu yg berada di lantai 2
C:ywd deh yuk tante
Aku:yuk dah
Sesampai di kamar aku,anak ku dan 3 temennya

aku:bener nih mau netek
Anak ku:cepetan mah kasih susunya mereka sudah tidak sabar tuh
Aku:iya...sebelum kalian netek.buka pakaian kalian semua
Mereka jawab iya kami bugil tapi bener yah kami boleh minum susu tante

Aku:iya boleh cepet telanjang klaw mau netek
B:nih kami sudah bugil
Aku:waah itu kalian sudah pada bangun.aku tiduran di kasur aja yah
B:iya deh tan
Aku:bukain dong baju tante
Mereka langsung membuka daster ku tersisa CD ku saja
A:gede banget tetek tante
Anak ku:alah cepet sana netek
Aku:nih netek jangan rebutan yah.buat anak ku tersayang kamu neteknya nanti aja yah kan kamu sudah sering
Anak ku:siip mama
Aku:karna tete ku cuman 2 kalian kan ber3 netek'y berdua dulu yah...nah yg satu dari pada diem minding kontol'y aku isepin.sapa nih yg mau duluan netek dan juga kontolnya aku isepin
Teryata yg pertama netek si C dan A si B deh kontolnya ku isepin
Aku:hai kamu B sini mana kontol mu
B:nih tante
Aku:kontol kamu sedeng banget dah
Si A dan C:asyik banget toket tante dah
Aku:anak ku tersayang kamu colokin memek mamah pakai jari mu aja 
Anak ku:iya mah CD'y aku lepas yah
Aku:iya lepas aja
Si A dan C trus netek menjilatin tete ku sampai tangan kanan ku mendorong kepala'y ke tete ku
Aku:aahh mendesah pelan ahh aahh
C:tetek tante enak banget
Aku:aahh pengen ML
B:iya nih aku juga pengen ML
Aku:ywd 1 kontolnya masukin ke memek ku 1 kontol lagi di pantat ku
Siapa yg mau di memek/pantat
Si A:aku di memek tante aja
Aku:kamu tiduran nanti aku masukin kontol mu ke memek ku
A:nih udah tante
Aku:sip tahan yah.nah siapa nih mau di pantat
C:aku tan
Aku:masukin kontol mu ke pantat
C:blless enak
Aku:aaahhh yuk di genjot yg kenceng
C:ssiiaap aaaaahhhhh sodokannya kenceng banget
Badan ku agak ku angkat ke atas supaya gampang ciuman bibir dan remes remes tete ku
Aku:aaaahhhh uuuuuhhhh aaaaahhhrrrrrgggg mmmaaannnttaaappp aaaaaaahhhhhhhh aaaaahhh
Si B meremas tetek ku keceng banget anak ku mencium bibir ku
Aku:eeeeehhhmmm eeehhh aaahhhh ahhh
Sudah 15menit ku sudah mau keluar
Aku:tante sudah mau keluar nih
SiA:nih tan punya ku buang dimana
Aku:di dalem mulut tante aja
Si A:crroot crrot.....keluarnya banyak banget
Si C:ku buang di mana tan
Aku:di memek tante aja
C:nanti hamil tan
Aku:kga ko tante sudah minum obat supaya tidak hamil
C:siip deh ccrroot crot woow tante juga udah udah keluar banyak tuh
Aku:ayo kamu B skarang giliran mu (dogystly)
B:ssiaap tan
Aku:aaaahhh aaaaahhh tetek ku bergoyang dengan bebas.......di depan ada anak ku mengasih kontolnya ke mulut ku
B:enak banget tan
Aku:aaaahhhmmmm aaaahhhh aaaagggrrrrrhhhhh ttrrruussss aaaahhhh...pantat ku terus pukul pukul
B:tan sudah mau keluar nih
Aku:di muka tante aja nih
B:ccrrot croor enak banget tante
Aku:eehhmm.....sudah kalian tidur di sini aja kan sudah malem...dah yah tante tingal dulu.

lalu ku meninggal kan kamar tersebut dengan telanjang.baju yg ku kenakan tidak ku bawa.setelah itu ku bersihkan badan ku di kamar mandi.setelah dari kamar mandi lalu ke kamar dan rebahan badan sambil telanjang.dan ku merenung berkata di dalem hati 'gk peduli perkataan orang lain bahwa aku adalah seorang ibu yg tidak bener hanya memburu nafsu sex saja'

Setelah tidur ku bangun pagi trus jalan ke meja makan teryata di situ sudah ada anak ku dan teman temannya.mereka meminta susu ku lagi.tapi kali ini ku taro di gelas.setelah gelasnya di taro di depan tetek ku lalu merak meremas tetek ku ini sampai penuh di gelas itu.lalu di minum.habis itu ML lagi 1 cwok 1 jam jadi ku ML dengan 4 cwok 4 jam.itu sanggat melelah kan

Harap di komen

Aku di foto dan di setubuhi keponakanku.


Aku di foto dan di setubuhi keponakanku.

Foto Hot Wiwid Gunawan

Cerita Sex Dewasa – Aku di foto dan di setubuhi keponakanku. Namaku Ida. Usiaku di tahun 2007 ini adalah 34 tahun. Walaupun aku bukan termasuk cewek yang cantik, teman-temanku sering mengatakan kalau aku ini termasuk cewek yang menarik. Rambutku lurus berwarna hitam dengan panjang mencapai punggungku. Tubuhku yang sedikit berisi menyebabkan payudaraku menyesuaikan diri sehingga aku mengenakan bra nomor 36B untuk membungkus kedua payudaraku itu. Vaginaku dihiasi oleh bulu-bulu yang indah walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Aku tinggal sendirian di rumahku yang terletak di kota Surabaya ini karena sampai saat ini aku masih belum menikah. Walaupun demikian, kehidupan seks yang aku jalani sangat indah karena aku selalu mendapatkan cara untuk memuaskan hasratku.
Pada suatu hari Minggu siang minggu ke tiga bulan September 2007, aku di telepon oleh keponakanku yang bernama Alex saat aku sedang membaca email yang masuk di da_kulthida@yahoo.com milikku.. Usianya 16 tahun dan berwajah lumayan tampan.
“Halo, tante Ida .. ?”, katanya dari seberang telepon.
“Iya, siapa ini .. ?, tanyaku.
“Alex, tante ..”
“Oh.. kenapa, Lex ?”
“Tante, kalau boleh Alex mau minta bantuan tante.”
“Bantuan apa ?”
“Boleh tidak kalau tante jadi model untuk Alex foto ?”
“Buat apa kamu foto-foto tante ?”
“Cuma iseng aja kok ..”
Aku mengerti dengan keinginannya ini. Alex sedang menekuni hobi fotografi sehingga tentu saja dia mencari-cari apa saja yang bisa di foto olehnya.
“Boleh saja..”, kataku.
“Terima kasih tante. Saya akan datang sebentar lagi. Kira-kira 10 menit lagi sampai. Kita foto-foto di rumah tante saja.”
“Oke, kalau gitu. Tante tunggu, ya …”
Aku menutup telepon itu dan segera menuju ke kamar tidurku untuk mengambil pakaian agar aku dapat menutupi tubuhku yang saat ini hanya sedang memakai celana dalam berwarna putih saja. Jika aku sendirian di rumah, aku memang biasanya selalu dalam keadaan setengah telanjang atau telanjang bulat. Bila ada yang hendak datang, baru aku mencari pakaian untuk menutupi tubuhku itu. Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak aku berumur 27 tahun yaitu sejak aku tinggal sendirian di rumah itu. Di dalam kamar tidurku, aku tidak langsung menuju lemari pakaian. Aku memutuskan untuk membubuhkan sedikit make up ke wajahku sebab Alex akan memakaiku sebagai model untuk fotonya dan aku ingin tampil sedikit menarik di depan kameranya. Setelah selesai memakai make up, dari dalam lemari pakaian aku mengambil sebuah rok terusan tanpa lengan berwarna putih dengan strip biru yang panjangnya sedikit di atas lututku. Tanpa memakai bra lagi, aku segera memakai rok itu dan merapikannya sebelum akhirnya aku mengikatkan ikat pinggang putih yang menjadi bagian dari rok itu.
Baru saja saat aku selesai mengenakan pakaianku, aku mendengar bel pintu berbunyi. Dengan melangkah sedikit cepat, aku keluar dari kamar tidurku dan segera menuju pintu depan untuk membuka pintu. Rupanya Alex sudah tiba di rumahku.
“Halo tante.. Tante kelihatan cantik“, katanya sambil tersenyum.
“Tentu saja. Kan mau jadi model.. ayo, masuk.. ”, kataku sambil tersenyum pula.
Alex segera melangkah masuk ke rumahku. Aku segera menutup pintu depan dan kemudian mengajaknya ke ruang tengah. Sesampainya kami di ruang itu, Alex berkata,
“Kita bisa mulai tante ?”
“Oh, bisa saja .. kamu mau di mana ?”, tanyaku.
“Bagaimana kalau di teman belakang rumah tante ?”
“Ok..”
Kami kemudian menuju ke taman belakang rumahku. Taman belakang rumahku termasuk cukup luas dan memiliki tatanan yang cukup bagus serta dikelilingi oleh pagar tembok yang cukup tinggi sehingga tidak ada orang yang bisa melihat ke dalam tamanku ini. Sesampainya kami di taman ini, Alex mulai mengeluarkan kamera digitalnya dan memulai kegiatannya. Alex bertindak sebagai fotografer sekaligus pengarah gaya. Setelah beberapa lama, akhirnya kami hampir selesai.
“Tante, ini foto yang terakhir. Aku minta tante berdiri membelakangiku. Saat aku memberikan aba-aba, tolong tante berputar menghadapku. Tolong jangan berputar terlalu cepat. Biasa saja.. “, katanya.
Aku melakukan apa yang seperti dia katakan dan dia menjepretku. Akhirnya kegiatan kami sudah selesai dan kami tinggal melihat hasilnya. Alex segera memindahkan foto-foto tersebut dari memory card ke dalam laptop yang dibawanya. Setelah selesai, aku dan Alex bersama-sama memeriksa hasil fotonya. Foto yang terakhir membuatku agak terkejut, sebab di dalam foto itu terlihat bahwa ternyata saat aku berputar, rokku tersibak dan celana dalamku yang berwarna putih terlihat dengan jelas. Selain itu, tanpa aku sadari ternyata bagian dada dari bajuku menjadi longgar karena beberapa kali bergaya sehingga sebagian payudaraku terlihat tidak tertutup, bahkan puting payudaraku telihat samar-samar dari baliknya. Saat aku melihat keponakanku, wajahnya terlihat datar saja. Rupanya dia sudah tahu kalau hasilnya bakal begini.
“Foto ini paling bagus”, katanya.
“Tapi celana dalam tante kelihatan ..”, kataku.
“Justru di sini bagusnya. Tante kelihatan seksi sekali..”
Aku tersenyum saja. Walaupun sedikit merasa malu, aku menyukai fotoku yang terakhir itu juga.
“Lex, tante minta copy dari file gambar yang terakhir ini..”, kataku
“Oke..”, katanya.
Setelah kegiatan kami berakhir, Alex tidak langsung pulang. Kami kembali ke ruang tengah dan duduk di sofa untuk berbincang-bincang. Selama berbincang-bincang, Alex terus menatap bagian dadaku yang sejak tadi menampakan sebagian payudaraku seperti di dalam foto karena aku lupa untuk membetulkannya. Saat aku menyadari hal itu, aku tidak berusaha untuk menutupinya. Ada perasaan senang yang menjalari tubuhku. Setelah beberapa lama, akhirnya aku berkata,
“Lex, kenapa melihat dada tante terus ?”
Alex sedikit terkejut. Dia menoleh ke tempat lain sambil menjawab,
“Ngak ada apa-apa, kok tante..”
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Aku sangat suka kalau dia melihatku seperti itu.
“Lex, kalau kamu suka, kamu boleh melihatnya lagi kok”, kataku.
Tanpa menunggu tanggapan dari Alex, aku melebarkan bagian dada bajuku sehingga kali ini kedua payudaraku dapat terlihat dengan jelas. Alex yang mendapat pemandangan seperti itu segera saja melotot dan melahap kedua payudaraku dengan pandangan yang penuh minat. Aku yang melihatnya seperti itu tersenyum dan membiarkan Alex untuk menjelajahi dadaku dengan pandangannya.
Akhirnya Alex menjadi tidak tahan. Dia bertanya kepadaku,
“Tante, bolehkah Alex memegangnya ?”
Aku mengangguk sambil tersenyum.Tanpa membuang waktu lagi, Alex segera menggapai kedua payudaraku dengan tangannya dan mulai meremas-remas serta mempermainkan putingnya. Kontan saja aku menjadi terangsang. Kubaringkan tubuhku ke atas sofa dan kupejamkan mataku untuk menikmati sensasinya. Setelah agak lama, tanpa permisi lagi Alex mulai menciumi dan menjilati kedua payudaraku. Aku terus saja memejamkan mata dan menikmati setiap rangsangan di payudaraku. Tubuhku ikut memberikan reaksi terhadap rangsangan itu. Aku merasakan cairan kewanitaanku mulai mengalir dan membasahi vaginaku. Setelah beberapa lama, tanganku mulai membuka pakaian Alex. Sambil terus menciumi dan menjilati kedua payudaraku, Alex membantuku membuka bajunya sehingga dalam sekejab Alex berada dalam keadaan telanjang bulat. Penisnya terlihat berdiri tegak karena sudah pasti dia juga dalam keadaan terangsang. Untuk sementara, dia melampiaskan nafsunya kepada kedua payudaraku. Aku tidak mau ketinggalan. Kujulurkan tanganku untuk menggapai penisnya. Setelah penisnya berada di dalam genggamanku, aku mulai memainkan penisnya pula.
Setelah beberapa saat lamanya, Alex melepaskan bibirnya dari payudaraku dan berkata,
“Tante, kalau boleh aku juga ingin melihat memek tante”
Mendengar permintaannya ini aku segera berdiri dan mengangkat rokku dengan tanganku sehingga sekali lagi aku memamerkan celana dalam putihku kepadanya.
“Kamu buka sendiri celana dalam tante”, kataku.
Alex segera berjongkok di depanku dan dengan tangan yang agak gemetar meraih celana dalamku. Dengan perlahan-lahan namun pasti, celana dalamku melorot turun dan sedikit demi sedikit memperlihatkan rambut vaginaku sampai akhirnya keseluruhan vaginaku tidak lagi ditutupi oleh celana dalam putihku. Vaginaku terlihat sedikit basah oleh karena cairan kewanitaaanku. Alex membiarkan celana dalam putihku tersangkut di bagian lututku dan mulai meraba vaginaku.
“Tante, ini indah sekali”, katanya sambil membelai rambut vaginaku dengan lembut.
Aku diam saja dan kembali merasakan rangsangan yang kali ini berpindah dari payudara ke vaginaku. Dengan jarinya, Alex menyodok-nyodok liang vaginaku sehingga jarinya dibasahi oleh cairan kewanitaanku. Setelah Alex menjilati jari-jarinya itu sampai semua cairan kewanitaanku yang menempel di jarinya habis, dia kembali menyodok-nyodokan jarinya di liang vaginaku lagi. Dia melakukan hal itu berkali-kali . Kelihatannya dia sangat menikmati cairan kewanitaanku. Sambil menusuk-nusuk liang vaginaku, jari-jarinya yang lain memainkan klitorisku. Rangsangan yang aku rasakan menjadi semakin hebat. Di saat aku merasakan tubuhku menjadi semakin lemas, aku segera membaringkan diriku di atas sofa karena rangsangan menjadi semakin kuat. Tak henti-hentinya mulutku mendesah-desah karena merasa nikmat. Setelah puas meraba vaginaku, Alex mulai menciumi dan menjilati vaginaku. Kali ini rangsangan terasa semakin dashyat. Aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mendesah dan meremas-remas kedua payudaraku sendiri sementara Alex terus saja menciumi dan menjilati vaginaku.
Aku yang sudah dalam keadaan sangat terangsang akhirnya mulai tidak tahan.
“Lex, buka pakaian tante sampai tante telanjang bulat ..”, kataku sambil mendesah-desah.
Alex tidak menjawab, tetapi tangannya mulai membuka ikat pinggang rokku dan tidak lama kemudian aku sudah berada dalam keadaan telanjang. Tidak lupa Alex meloloskan celana dalam putihku yang dari tadi tergantung di kedua lututku sehingga tidak ada selembar benangpun yang tersisa di tubuhku. Alex terdiam sejenak dan memandangi tubuhku yang dalam keadaan polos tanpa pakaian.
“Tante cantik sekali. Tubuh tante bagus dan sexy”, katanya.
Aku tersenyum dan berkata,
“Kalau kamu suka, kamu boleh menyetubuhi tante. Tante mau berhubungan intim dengan kamu, kok..”
Dengan tersenyum, Alex kemudian membuka kedua kakiku dan memposisikan penisnya di depan vaginaku. Dengan satu hentakan lembut, seluruh penisnya terbenam ke dalam vaginaku yang diikuti oleh teriakan tertahanku karena merasakan kenikmatan. Setelah itu, Alex mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur sehingga penisnya menyodok-nyodok di dalam lubang vaginaku. Cairan kewanitaanku turut memberikan andil dalam membantu penis Alex agar meluncur maju mundur dengan mudah dalam liang vaginaku ini. Kami berdua mendesah-desah karena nikmat. Dalam posisi ini, aku mengalami orgasme berkali-kali sambil diiringi erangan-erangan dari bibirku.
Setelah beberapa saat, Alex menarik penisnya dan memberikan isyarat agar aku menungging. Aku menurut saja. Kuputar badanku dan kutunggingkan pantatku di depannya. Sedetik kemudian, aku merasakan penisnya masuk kembali ke dalam liang vaginaku dan mulai menyodok-nyodok lagi. Rupanya Alex melakukan doggy style kali ini. Sekali lagi aku terjebak dalam dashyatnya kenikmatan berhubungan intim. Beberapa kali aku merasakan orgasme yang luar biasa sebelum akhirnya aku mendengar erangan kenikmatan dari bibir Alex yang disertai dengan semburan spermanya di dalam rahimku yang menandakan bahwa akhirnya Alex telah mencapai kenikmatan puncak pula. Sperma Alex terasa hangat di dalam rahimku. Setelah menyemburkan spermanya, Alex mencabut penisnya. Aku merasa bahwa ada sedikit sperma yang meleleh keluar dari liang vaginaku dan membasahi vaginaku bagian luar saat penisnya tercabut. Segera saja aku menjulurkan jari-jariku ke vaginaku dan mengambil lelehan sperma yang mengalir turun. Setelah jari-jariku berlumuran sperma Alex, aku membersihkan jari-jariku dengan menjilat-jilat sperma yang melekatinya. Rasa sperma yang khas selalu membuat aku senang. Setelah itu, Aku membalikkan badanku yang dalam keadaan telanjang menghadapnya terlentang. Sisa sperma Alex yang sudah tinggal sedikit masih terlihat menempel di vaginaku bagian luar. Alex kemudian merebahkan dirinya di atas badanku dan memelukku. Aku segera membalas pelukannya. Sambil berpelukan dalam keadaan telajang bulat, kami saling berciuman bibir dengan mesra untuk beberapa saat lamanya. Perasaan yang nikmat masih tersisa di antara kami.
Akhirnya setelah beberapa saat, kami memperoleh kekuatan kami kembali. Kami segera bangkit dari pembaringan dan mulai memunguti pakaian kami yang tercecer di mana-mana. Aku segera mengenakan kembali celana dalam putih dan rokku. Setelah selesai berpakaian, kami kembali duduk di sofa dan berbincang.
“Tante, tadi enak sekali. Tante memang nikmat”, katanya.
Aku tersenyum saja dan lalu berkata,
“Kamu juga hebat. Kamu belajar dari mana ? Usiamu kan baru 16 tahun, tapi kok kayaknya kamu sudah sering melakukan hubungan seks ?”
“Ah, tante. Alex ini sudah sering melakukannya sama mama di rumah..”
Aku sangat terkejut mendengarnya. Rupanya selain aku, kakakku juga melakukan incest dengan anaknya sendiri. Tapi hal ini membuat aku sedikit lega sebab setidaknya kakakku tidak akan mempermasalahkan hubungan seksku dengan anaknya bila dia sendiri juga melakukannya.
“Terus, mana yang lebih enak ? Mamamu atau tante ini ?”
Alex tersenyum sambil berkata,
“Kalian berdua sama-sama enak, kok.. tapi kalau disuruh memilih, Alex masih lebih suka melakukannya dengan tante soalnya tante lebih cantik dari mama, sih..”
“Apa kamu sering melakukan dengan mamamu ?”
“Kalau papa ngak ada di rumah aja”
Aku diam saja kali ini. Beberapa saat kemudian Alex berkata,
“Tante, Alex mau pamit.”
“Sudah mau pulang ?”
“Iya, tante.”
“Ya, sudah kalau gitu. Hati-hati di jalan, ya..”
“Ok.. Oh ya, lain kali Alex masih boleh memotret tante ?”
Aku mengangguk sambil tersenyum.
“Tentu saja, kalau mau pose yang agak nakal tante bersedia kok”, kataku.
“Bayarannya pakai ‘itu’ ya ..”
Kali ini aku tertawa.
“Apa saja, deh..”
Alex melangkah pergi sambil melambaikan tangannya. Aku membalas lambaiannya dan memandang dia mengendarai mobilnya sampai menghilang dari pandanganku sebelum akhirnya aku menutup pintu rumahku dan menguncinya. Hari ini merupakan hari yang sungguh menggembirakan bagiku karena aku memperoleh satu cara lagi untuk memuaskan hasratku.